Katanya sekarang ini hubungan Indonesia ama Malaysia lagi nggak harmonis. gara-garanya negaranya Pacar Bung Arham ini sering mengkopipasta(gigi) kebudayaan Indonesia *meskipun propertinya dari Indonesia juga atuh.
Tapi aku bukan mo ngomongin tentang hal itu karana diriku menyadari (dangdut mode on) tidak punya kompetensi, kualifikasi, penggorenganfikasi, piringfikasi, sendokfikasi…..*and smua alat masak* untuk bicara mengenai topik yg berat-berat githu *khan orang kampung aku*, banyak yg udah mengulasnya dengan nasionalisme high class di blog2 lain…….*wah muqaddimahnya panjang yah….*
Aku kerja di pelosok Kalimantan Selatan di sebuah Perusahaan yang notabene dimiliki oleh pemodal dari Malaysia, aku udah disini sekitar 5 tahunan. Buanyak kebijakan2 perusahan yang aku alami, mulai naik gaji *yg slalu ditunggu*, sampe hal-hal yang bersifat HUMAS. terakhir ketika negara kita sedang hot ama Malaysia, ini perusahaan membuat kebijakan dengan mengadakan penyembelihan hewan qurban untuk Idul Adha (secara udah deket lebaran haji) tahun ini dimana hal itu tidak pernah dilakukan selama berpuluh-puluh tahun mereka berinvestasi di Indonesia.
Aku berasumsi (hanya pendapat pribadi) bahwa mereka juga *Malingsia, eh Malaysia* sebenarnya tidak begitu menginginkan adanya hal-hal yang akan mengganggu stabilitas ke-2 negara secara mereka nyari duit disini.
Tapi jangan salahkan orang mulu dong, *bukan membela ini*, kita sebagai Bangsa yang kaya dan berani juga tidak mau (tidak berani kaleeee) mengulangi perkataan Bung Karno tempo doeloe “….. INGGRIS KITA LINGGIS, AMERIKA KITA SETRIKA…”
so, Malingsia *halah salah lagi* Malaysia maksudnya, kita ………??? (hayooo jawabbb)